
Salah satu poin penting yang memicu diskusi panjang dalam Raker LTM NU Cipayung kali ini adalah penerapan teknologi informasi pada tata kelola masjid (Idarah dan Riayah) sesuai dengan komitmen standarisasi manajemen. Selama ini, pencatatan keuangan dan laporan kegiatan di beberapa masjid dinilai masih bersifat konvensional, sehingga kurang dapat diakses dengan cepat oleh jemaah.

Sebagai solusi, LTM NU Cipayung meluncurkan program Masjid Pintar Cipayung. Melalui program ini, seluruh masjid di bawah naungan NU di wilayah Cipayung akan didorong untuk mengadopsi sistem pelaporan digital yang mencakup:
- Sistem Keuangan Transparan: Penggunaan aplikasi akuntansi masjid yang memungkinkan jemaah melihat arus kas masuk dan keluar secara real-time melalui pindaian kode QR di papan pengumuman digital atau situs resmi.
- Sistem Informasi Dakwah Terintegrasi: Kalender digital yang mengintegrasikan jadwal khatib, muazin, pengajian, dan majelis taklim se-Kecamatan Cipayung untuk menghindari tumpang tindih jadwal dan memudahkan masyarakat mencari majelis ilmu terdekat.
- Gerakan Infaq Non-Tunai: Mengoptimalisasi penggunaan QRIS untuk kotak amal di masjid-masjid. Langkah ini diambil guna memberikan kemudahan bagi jemaah generasi milenial dan Gen Z yang kini lebih sering bertransaksi tanpa uang tunai (cashless).
