Penyusunan Visi Besar untuk Tiga Tahun ke Depan

Ketua LTM NU Kecamatan Cipayung, Achmad Royani, S.Ag., menegaskan bahwa masjid tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai tempat ibadah ritual semata. Dalam sambutan pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa fungsi masjid harus dikembalikan seperti zaman Rasulullah SAW, yaitu sebagai pusat peradaban, pembinaan umat, dan pusat perputaran ekonomi. “Tantangan zaman di periode 2026–2029 ini jauh berbeda dengan dekade sebelumnya. Kita berada di era di mana kecerdasan buatan, konektivitas digital, dan keterbukaan informasi menjadi hal yang lumrah. Jika manajemen masjid kita tidak beradaptasi, kita akan kehilangan generasi muda. Oleh karena itu, raker ini menjadi peletak batu pertama bagi program-program kerja yang adaptif, inovatif, namun tetap bersandar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ujarnya di hadapan para peserta raker.

Acara penting ini dibuka secara resmi oleh Perwakilan MWC Kecamatan Cipayung, KH. Amri Fatah Aji, M.Pd. Dalam khotbah iftithah sekaligus pembukaan tersebut, beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen jajaran pengurus baru. Beliau berpesan agar seluruh pengurus menjaga soliditas organisasi, menghindari konflik kepentingan, dan selalu mengedepankan niat tulus berkhidmat untuk umat serta para ulama.

Turut hadir Sebagai Pembaca Doa, Pembina LTM NU Kecamatan Cipayung, Abdu Rochim Attubani, yang dalam Doanya agar Semua Pengurus Diberikan kesehatan, Kesabaran serta Istiqomah dalam dakwah serta membangun umat ini dalam menjadikan Masjid Central kebangkitan dan juga mendoakan selalu diberikan Kemudahan agar dapan menyelesaikan segala ujian dalam perjalanan Organisasi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *