PWNU Jakarta

PWNU Jakarta Dampingi Tim Survei PBNU, Tinjau Kesiapan Pesantren Al Hamid Jadi Lokasi Muktamar ke-35 NU

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta mendampingi tim survei dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meninjau kesiapan Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU.   Wakil Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Ahmad Zahari menyatakan bahwa PWNU DKI Jakarta siap menyukseskan pelaksanaan forum tertinggi NU tersebut.
Wakil Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Ahmad Zahari menyatakan bahwa PWNU DKI Jakarta siap menyukseskan pelaksanaan forum tertinggi NU tersebut.
“Bukan hanya siap, tetapi sangat siap menjadi tuan rumah Muktamar ke-35. Baik dari sisi akomodasi, transportasi, maupun seluruh fasilitas yang dibutuhkan demi kenyamanan para muktamirin,” ujarnya kepada NU Online Jakarta, Sabtu (24/5/2026).   Zahari menjelaskan, PWNU DKI Jakarta secara resmi mengajukan Pondok Pesantren Al-Hamid sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Dari hasil peninjauan sementara, lokasi tersebut dinilai sangat layak. 
“Kami dari PWNU mengajukan kepada tim survei PBNU. Alhamdulillah, Pesantren Al-Hamid dinilai sudah sangat layak untuk menjadi lokasi Muktamar,” katanya.   Ia menambahkan, seluruh kebutuhan teknis muktamar telah dipersiapkan secara matang, mulai dari ruang sidang komisi, fasilitas tamu VIP, hingga sistem transportasi dan penginapan peserta.
  “Semua data lengkap dicatat oleh tim survei. Ruang tamu VIP, kebutuhan sidang-sidang komisi, semuanya sudah lengkap,” lanjutnya.  
PWNU DKI Jakarta juga mengaku siap menghadapi seluruh konsekuensi dan kebutuhan besar penyelenggaraan muktamar.   “Fasilitas, akomodasi, transportasi, semuanya sudah siap untuk menjadi tuan rumah,” tegasnya.  
Sementara itu, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta H Sulaiman menyampaikan bahwa Jakarta sangat layak menjadi tuan rumah Muktamar NU karena memiliki infrastruktur dan fasilitas yang memadai.   “Muktamar terakhir di Jakarta itu sekitar tahun 1959. Jadi, DKI Jakarta sangat layak menjadi tuan rumah kembali dengan segala fasilitas yang disiapkan demi kenyamanan dan kelancaran muktamar,” ujarnya.  
Ia juga menilai posisi Jakarta sebagai ibu kota negara menjadi nilai strategis tersendiri bagi masa depan NU.   “Sebagai ibu kota, tentu ini sangat strategis bagi NU ke depan. Jakarta memungkinkan menghadirkan berbagai tokoh untuk menyaksikan muktamar,” katanya.   Menurutnya, pembukaan muktamar dapat dilaksanakan di sejumlah lokasi representatif seperti Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Convention Center (JCC), maupun kompleks pesantren, dengan dukungan transportasi yang sangat memadai.  
Lebih lanjut, persiapan pencalonan Jakarta sebagai tuan rumah disebut telah dilakukan sejak dua tahun lalu, tepatnya setelah pelaksanaan Munas dan Konbes PBNU di Pesantren Al-Hamid.  
“Persiapan ini bukan sesuatu yang mendadak. Sejak 2023, setelah Munas dan Konbes PBNU di Al-Hamid, kami sudah mulai mempersiapkan semuanya,” jelasnya.  
Adapun tim survei pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dari PBNU yang hadir di Pondok Pesantren Al-Hamid terdiri atas Ketua PBNJ KH Fahmi Akbar Idris dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU HM Silahudin.
Sementara dari jajaran PWNU DKI Jakarta yang mendampingi proses survei, yakni Koordinator/Wakil Rais Syuriyah KH Ahmad Zahari, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta KH Lutfi Hakim, serta H Husny Mubarok Amir.  
Berdasarkan informasi, Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap memiliki posisi strategis dengan dukungan akses tol, bandara, terminal, hotel, hingga kapasitas akomodasi besar bagi para muktamirin.  
Selain itu, Pondok Pesantren Al-Hamid dinilai memiliki perpaduan kuat antara ruh pesantren, sanad ulama, dan kekuatan metropolitan nasional.  
Kawasan Pondok Pesantren Al-Hamid juga didukung akses transportasi nasional yang terintegrasi, mulai dari jaringan tol, bandara, KRL, hingga LRT Jabodebek, yang dinilai penting untuk mobilisasi peserta dan tamu undangan muktamar.  
Selain itu, daya dukung akomodasi kawasan sekitar diperkirakan mampu menampung sekitar 20 ribu hingga 30 ribu orang, termasuk dukungan hotel, wisma, dan asrama haji di sekitar Jakarta Timur.